Sejarah Jomblo



Sejarah dari jomblo atau sigle dengan legenda yang mendunia agaknya jarang didengar, namun kisah nyata yang satu ini dikenal diseluruh dunia. Kisah pribadi jomblo dalam kesendirian dan ia tidak dapat menemukan orang lain untuk menjadi teman yang sepadan dan memperlengkapi hidupnya, hingga ia memintanya kepada Tuhan, ya dialah Adam, manusia pertama dimuka bumi. Pada Kitab Kejadian yang ditulis oleh Musa pada lebih dari Tahun 1,450 SM menjelaskan bahwa kisah Adam, yang awalnya tidak mempunyai teman sepadan dengannya, pada akhirnya ia memperoleh Hawa untuk menjadi pasangan hidupnya karena pertolongan Tuhan. Singkat cerita karena kejatuhanya kedalam dosa, maka Adam dan Hawa diusir dari taman Eden, meski demikian mereka tetap menjalani hidup untuk menjalankan Perintah Tuhan, yaitu "Beranakcuculah dan bertambah  banyak ; penuhilah bumi   dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. "

Manusia dicipta berpasang-pasangan, namun ada juga yang sampai pada akhir hayatpun, ia juga tak kunjung menikah atau mempunyai pasangan. Rasul Paulus dalam Alkitab juga mencerminkan bahwa hidup jomblo atapun sigle juga tetap efektif bahkan terlebih dari itu, karena hidupnya senantiasa dapat terfokus kepada tujuan tanpa ada bercabangnya pemikiran. Beberapa tokoh besar yang sigle membuktikan karyanya dikancah dunia, salah satunya yaitu Gregor Johann Mendel  adalah ilmuwan dan biarawan Augustinian berbahasa Jerman Silesian yang meraih ketenaran anumerta sebagai pendiri  ilmu baru dari genetika hingga karyanya dapat menjadi warisan dunia hingga sekarang dengan Teori Mendelnya.

Berdasar fakta sejarah diatas mengajarkan kepada kita bahwa baik jomblo mapun non-jomblo, keduanya dapat menjalani kehidupan efektif. Hidup sendiri bukanlah kiamat namun hidup sendiri adalah anugrah, sebab tidak ada seorangpun yang sanggup hidup sendiri jika ia sendiri tidak diberi anugrah tersebut oleh Tuhan. Hidup sendiri berarti melatih diri untuk lebih kuat serta mandiri dalam menjalani kehidupan, hasil dari itu adalah mental yang kuat karena proses menjalani hidup sendiri.  Hidup sendiri juga berarti menanti cinta (pasangan hidup) yang terbaik, kelak dimana anda akan bertemu dengannya, dimana ia akan menjadi pelengkap hidup anda. 

0 komentar:

Posting Komentar