Seni Patung yang Bersahabat Surabaya


Surabaya-Sentuhan seniman di Surabaya sangat kurang, hal ini terbukti sedikitnya karya-karya seniman di Surabaya yang menghiasi wajah kota Surabaya. Kreativitas dari seniman dapat membuat kesan seni yang menghidupkan suasana dimana karya seni tersebut ditampilkan, serta kombinasi visual yang sesuai mempercantik wilayah sekaligus menjadi ciri suatu kota.



Seni Patung salah satunya yang begitu minim di Surabaya, adapun beberapa patung yang menjadi tetenger di wilayah Surabaya agaknya terlampau jauh dan sulit untuk digapai, terkesan "Keramat" karena ukurannya yang tinggi, serta pengaruh pagar maupun jarak patung sehingga  tidak benar-benar menyatu dengan lingkungan sekitar, seperti Patung Jalesveva Jayamahe tinggi 30,6 meter, yang ditopang oleh sebuah bangunan setinggi 30 meter, Patung Gubernur Suryo monumen ini terletak di Kompleks Taman Apsari di Jalan Gubernur Suryo di depan Gedung Negara Grahadi, Patung Mayangkara yang terletak dalam wilayah Surabaya Selatan dekat dengan jembatan Wonokromo, Patung Kerapan Sapi berada di putar balik Jl. basuki Rachmad, Surabaya  dan seterusnya.

Belajar dari beberapa kota di Eropa, seharusnya di Surabaya dapat menerapkan konsep seni patung yang begitu menyatu dengan lingkungan dan tidak sulit untuk diraih oleh pengunjung, dengan demikian pengunjung dapat menikmati karya seni dari dekat dan karya seni dapat "bersahabat" dengan pengunjung. Memang konsekwensi dari mendirikan suatu  karya seni yang dapat diraih dan dijangkau rawan dengan pengerusakan, namun bukan berarti tidak bisa diterapkan dan diminimalisir. Oleh karena itu Pemkot Surabaya dapat mengoptimalkan masyarakatnya khususnya para Seniman agar mereka diberi wadah, sarana dan prasarana untuk menghasilkan karya-karya mereka guna mewarnai Kota Surabaya dengan seni. Adapun seni patung yang "bersahabat" dapat dilihat sebagai berikut.


0 komentar:

Posting Komentar